Infeksi HIV-AIDS bukan merupakan hal yang baru lagi di telinga. Infeksi yang pertama kali ditemukan tahun 1987 ini
sekarang telah menjadi momok yang menakutkan di masyarakat. Sehingga
ketika seseorang telah divonis mengidap HIV, seakan-akan orang tersebut
telah divonis mati. Bahkan, tak jarang pula sebagian dari kita
mendiskriminasikan dan menjauhi penderita HIV akibat banyaknya
mitos-mitos yang berkembang di masyarakat tentang HIV-AIDS.
Cara penularan virus HIV yang
paling eksklusif adalah melalui air mani dan darah. Penularan melalui
air mani terjadi akibat hubungan seksual yang kurang sehat, sedangkan untuk media darah virus HIV menular karena pemakaian jarum suntik, melalui luka, dan proses tranfusi darah. Virus HIV telah ditemukan dalam darah, air mani, air susu ibu dan cairan vagina.
Virus HIV dapat juga ditularkan oleh kaum pria yang homoseks maupun heteroseks. Virus HIV adalah Retrovirus (virus dengan suatu gen RNA) yang menyerang sel-sel otak manusia, dan hal ini akan menyebabkan beberapa penderita AIDS mengalami kerusakan organ otak dan bahkan akan mengalami gila sebelum meninggal.
Akan tetapi HIV AID tidak dapat menular melalui :
- Bersalaman, berpelukan
- Berciuman
- Batuk, bersin
- Memakai peralatan rumah tangga seperti alat makan, telepon, kamar mandi, WC, kamar tidur, dll.
- Gigitan nyamuk
- Bekerja, bersekolah, berkendaraan bersama
- Memakai fasilitas umum misalnya kolam renang, WC umum, sauna, dll.
- HIV tidak dapat menular melalui udara. Virus ini juga cepat mati jika berada di luar tubuh. Virus ini dapat dibunuh jika cairan tubuh yang mengandungnya dibersihkan dengan cairan pemutih (bleach) seperti Bayclin atau Chlorox , atau dengan sabun dan air. HIV tidak dapat diserap oleh kulit yang tidak luka.
- Cairan yang tidak menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain. Jadi penularan melalui ciuman tidak terjadi.



